Thursday, 28 May 2015

ALL About Fuse (Semua tentang Fuse)

ALL About Fuse (Semua tentang Fuse)


Fuse ini digunakan untuk melindungi system kelistrikan pada saat terjadi short atau abnormality di dalam system. Bahan dari fuse ini yang akan mengembang dan akhirnya putus pada saat temperature mengalami kenaikan. Untuk menentukan fuse yang digunakan di dalam system maka kita bisa menggunakan rumus dasar.
Contoh : Bila di dalam system dipasang lampu 48W/24V maka berapakah fuse yang akan kita gunakan?

Jawaban : Untuk mengetahui berapa fuse yang digunakan, maka kita harus menghitung dahulu berapa arus yang mengalir pada lampu tersebut.


Jadi arus yang akan mengalir ke dalam system tersebut adalah 2 Ampere
Untuk menentukan standart fuse yang dipakai maka harus dikalikan 2. Berarti untuk lampu di atas, maka standart fuse yang akan digunakan adalah 2 x 2 = 4 A.

Karena tidak ada fuse yang ukurannya 4 Ampere maka kita mencari fuse yang ukurannya mendekati 4 Ampere, yaitu 5 Ampere. Sebenarnya untuk fuse dengan ukuran 5 Ampere, akan putus pada saat 1,35X dari setting amperenya. Jadi, untuk fuse dengan ukuran 5 Ampere akan mengalami putus pada saat arus yang mengalir.

5 x 1,35 = 6,75 Ampere

Untuk pengaman sirkuit di dalam system kelistrikan tidak hanya menggunakan fuse, ada juga komponen lain yang digunakan. Yaitu circuit breaker & fusible link yang menggunakan bahan dari bimetal. Untuk fusible link cara kerjanya hampir sama dengan fuse, hanya saja untuk fusible link ini mempunyai ukuran yang lebih besar (di atas 75 A).

Fusible link
Fusible link ini dipasang untuk menlindungi main supply power, berbeda dengan fuse yang hanya melindungi system per komponen. Jadi untuk pemasangannya fusible link ini berada di dekat batteray yang merupakan supply power utama. Sehingga pada saat terjadi short circuit tidak akan merusak batteray.

CIRCUIT BREAKER

Kemudian untuk circuit breaker, bekerjanya sedikit berbeda dengan fuse maupun fusible link. Circuit breaker ini pada saat dilewati arus yang berlebih, maka bimetal akan mengembang karena panas yang berlebih dan melempas hubungan contactor. Pada saat bimetal tersebut sudah mengalami penurunan temperature, maka circuit breaker ini akan bisa di reset.

Tuesday, 12 May 2015

Mesin diesel dual fuel (solar - LNG)


Pada pasar minyak dan gas saat ini, penggunaan minyak lebih besar daripada gas dalam industri. Penggunaan minyak didominasi sebagai bahan bakar kendaraan. Namun semakin berkembangnya teknologi, penggunaan gas dapat di kombinasikan dengan minyak sebagai bahan bakar kendaraan. 

Bagaimana cara kerja dual fuel pada mesin disel ?

Mesin diesel dual fuel sebenarnya masih berdasarkan cara kerja mesin diesel yang dulu, dengan penambahan modul dual fuel. Ketika mesin bekerja pada mode dual fuel, gas natural (LNG) masuk ke Intake sistem. Udara dan natural gas bercampur di intake manifold dan masuk ke cylinder/ruang bakar. Pada saat mendekati akhir langkah kompresi, minyak/solar disemprotkan seperti pada mesin diesel pada umumnya. Solar menyala dan pembakaran terjadi akibat gas terbakar. Dual fuel pada mesin diesel memiliki power densiti yang sama, putaran dan respon yang sama seperti mesin diesel pada umumnya. 

dual fuel overview
Parameter kritis pada mesin duel fuel adalah pada rasio pencampuran antara minyak dan gas. Maksimal pencampuran natural gas adalah 70% disesuaikan dengan kondisi beban mesin.
Berikut video animasi dalam prinsip kerja mesin diesel dual fuel.